Kisah Elisabeth Fritzl, Seorang Anak Yang Disekap Ayahnya Lebih Dari 20 Tahun!

Awal Mula

Selama 20 Tahun lebih seseorang dari Austria merahasiakan rahasia yang sangat mencengangkan. Pada tahun 2008, akhirnya rahasia itu di ungkapkan kepada publik yang dimana menjadikan seluruh dunia sangat terkejut akan rahasia tersebut. Pada 28 Agustus 1984, seorang wanita berumur 18 tahun bernama Elisabeth Fritzl hilang secara misterius. Saat hari pertama dia menghilang, keluarga dan teman-temannya berusaha untuk pergi mencarinya, tetapi mereka tidak pernah menemukannya. Berhari-hari berikutnya ia tetap tidak pernah muncul dan seperti hilang begitu saja, tidak ada yang melihat dan tidak ada yang pernah mendengarnya. Orang tuanya pergi ke kantor polisi terdekat di Amstetten, sebuah kota di Austria yang dimana jaraknya sekitar satu jam ke arah barat Vienna untuk melaporkan tentang hilangnya Elisabeth .

Lokasi Kota Amstetten dari Vienna
Sumber: Google Maps

Pencarian

Setelah menerima laporan tersebut, polisi lalu mengerahkan pencarian untuk segera menemukannya. Mereka memulai pencarian di sekitar rumah tempat tinggal Elisabeth hingga seluruh kota, tetapi setelah beberapa minggu mereka tidak mendapatkan petunjuk apapun sama sekali. Tidak ada petunjuk yang berhubungan dengan Elisabeth, tidak ada apapun yang menunjukkan kemana ia pergi menghilang. Satu bulan berikutnya sejak Elisabeth dilaporkan hilang, orang tuanya kembali ke kantor polisi. Mereka pergi ke kantor polisi dengan membawa sebuah kertas surat, surat itu merupakan surat dari Elisabeth. Pesan tersebut memiliki perangko yang bertanda dari sebuah kota yang jaraknya dua jam dari Amstetten. Dalam surat tersebut Elisabeth menuliskan untuk orang tuanya secara langsung bahwa ia lelah dan penat untuk tinggal bersama mereka. Ia juga menulis untuk jangan berusaha mencarinya, jika ketahuan bahwa orang tuanya berusaha mencarinya, ia bertekad untuk pergi keluar negeri.

(Kiri) Rosemarie Fritzl, Ibu Elisabeth dan (Kanan) Josef Fritzl, Ayah Elisabeth

Setelah polisi membaca surat tersebut, polisi lalu bertanya kepada orang tua Elisabeth apakah surat tersebut adalah surat asli yang ditulis Elisabeth atau tidak. Mereka menjawa, ya, itu adalah tulisan tangannya. Setelah itu ayahnya Josef, menduga bahwa putrinya sedang kabur dari rumah dan bergabung dengan sekte-sekte. Itu sudah diduga oleh Josef bahkan sebelum Elisabeth menghilang. Setelah orang tua Elisabeth pergi dari kantor polisi, polisi melanjutkan pencarian dengan cara mewawancarai kerabat, keluarga dan teman dekat Elisabeth apakah benar Elisabeth berniat untuk kabur dari rumah dan bergabung dengan sekte-sekte. Hampir semua orang yang diwawancarai oleh polisi kompak berkata tidak mungkin Elisabeth melakukan hal tersebut. Menurut mereka, Elisabeth tidak mungkin memiliki niat untuk kabur dari rumah apalagi bergabung dengan sekte-sekte sesat, dia bukan pribadi yang seperti itu kata mereka. Mereka bahkan berkata bawah mereka tidak pernah mendengar Elisabeth berkata tentang sekte-sekte apapun.

Keluarga Fritzl

Elisabeth adalah anak dari tujuh bersaudara yang tinggal pada satu atap dengan Josef dan Rosemarie, orang tua mereka. Josef ayahnya adalah mekanik listrik suskses dan real estate developer yang sangat dihormati di lingkungannya. Rosemarie adalah seorang ibu rumah tangga, ia menikah dengan Josef saat masih sangat muda, yaitu pada umur 17 tahun. Dari luar rumah mereka, mereka terlihat seperti keluarga pada umumnya meskupun begitu, polisi berusaha untuk mencari informasi lebih dalam dari keluarga tersebut.

Ketika mereka menilik sejarah keluarga tersebut, mereka menemukan sebuah kejanggalan. Meskipun keluarga tersebut sangat ramah dan bersahabat di lingkungannya, Josef adalah orang tua yang sangat otoriter ketika bersama keluarganya. Saat malam, setelah ia pulang dari tempatnya bekerja, istri dan anak-anaknya akan langsung berhenti melakukan apapun yang mereka lakukan dan diam. Itu dilakukan mereka untuk menghindari dipukuli oleh Josef. Didalam keluarga tersebut, orang yang berani menghadapi perlakuan Josef tersebut adalah Elisabeth. Elisabeth dan Josef sering terlibat adu mulut, dan untuk hukuman kepada anak-anaknya, Josef tidak hanya memukuli mereka, ia juga melarang mereka untuk bertemu teman-temannya dengan waktu yang sangat lama. Josef juga gemar untuk membaca catatan-catatan pribadi anak-anaknya.

Hubungan yang tidak baik tersebut akhirnya memuncak dan Elisabeth memutuskan kabur dari rumah, dua tahun sebelum kejadian menghilang terakhirnya terjadi. Ia pergi ke Kota Vienna sebelum petugas menangkapnya dan membawanya kembali pulang. Berkaca dari kaburnya Elisabeth sebelumnya, hilangnya Elisabeth yang terbaru adalah usaha Elisabeth untuk kabur kembali. Polisi beransumsi bahwa Elisabeth kabur untuk menghindari ayahnya yang suka mengatur dan memukulinya. Kemudia polisi memutuskan bahwa kasus ini lebih ke arah permasalahan keluarga dan tidak melakukan investigasi lebih lanjut.

Rahasia Terbongkar

Satu tahun kemudian, baik keluarga maupun polisi, tetap tidak mendengar kabar apapun dari Elisabeth. Tetapi 24 tahun kemudian, sepertinya di tahun yang bahkan orang sudah tidak ingat siapa Elisabeth, sebuah rahasia terbongkar dan penyelidikan di mulai kembali. Pada tanggal 19 April 2008, seseorang perempuan bernama Kerstin berumur 19 tahun secara darurat dibawa kerumah sakit di kota Amstetten. Kulitnya sangat pucat dan jika diliat lebih kearah transparan. Dia sangat sekarat dan setelah di cek memiliki beberapa penyakit seperti gagal hati dan ginjal. Dokter berhasil menyelamatkannya dan membuatnya membaik, tetapi tetap menerapkan perawatan darurat kepadanya.

Setelah dilakukan beberapat tes lebih lanjut, mereka tidak menemukan penyebah ia mendapatkan berbagai macam penyakit seperti itu. Oleh karena hal tersebut, mereka tidak dapat merawatnya secara efektif. Yang lebih membuat para dokter bingung adalah bahwa wanita ini seperti orang yang muncul tiba-tiba. Beberapa penyakit yang dibawanya dengan kondisi seperti itu tidak pernah dilihat dokter sebelumnya. Dokter lalu memutuskan untuk bertanya kepada orang yang membawanya ke rumah sakit. Orang yang membawanya kerumah sakit adalah seorang pria tua, ia sedang menunggu di ruang tunggu rumah sakit. Saat dokter bertanya dengannya tentang hubungannya dengan Kerstin, ia menjawab bahwa ia adalah kakeknya. Faktanya pria tua ini seseorang yang sangat agresif dan tidak ramah. Saat dokter bertanya kepadanya, ia selalu berusaha menjawab dengan dengan singkat. Ketika selesai percakapan yang kurang mengenakkan tersebut, dokter memutuskan untuk melibatkan polisi tentang kejadian tersebut, karena terlalu banyak kejanggalan menurut para dokter.

Kejanggalan

Saat polisi tiba di rumah sakit tersebut, mereka terkejut bawah pria tua yang menunggu di ruang tunggu adalah Josef, Ayah dari wanita bernama Elisabeth yang masih hilang secara misterius. Polisi bertanya kepada Josef mengenai apa yang sedang terjadi disini. Josef menjelaskan bahwa pagi hari saat ia membuka pintu depan rumahnya, berbaring seorang wanita yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, ia adalah Kerstin dan ada sebuah surat didekatnya dari putrinya yang hilang Elisabeth. Pada surat tersebut Elisabeth menuliskan surat tersebut untuk Josef yang menyatakan bahwa anak perempuan tersebut adalah Kerstin yang dimana ia adalah putri dari Elisabeth yang berarti cucu dari Josef. Pada surat itu juga menyatakan bawah Kerstin sedang sakit dan Elisabeth tidak dapat merawatnya dan meminta tolong kepada Josef dan Rosemarie untuk membawanya ke Rumah Sakit.

Mendengar isi surat tersebut, polisi seperti kebingunan dan seperti tidak masuk akal, kejadian tersebut sangat aneh menurut mereka. Mereka lalu berusaha untuk menemukan kontak Elisabeth, karena menurut mereka ini adalah tanggung jawabnya. Mereka ingin tahu tentang riwayat kesehatan Kerstin sehingga dapat diberika perawatan yang lebih baik. Polisi lalu menghubungi media mulai dari televisi hingga radio untuk menemukan kontak Elisabeth.

Munculnya Elisabeth

Seminggu kemudian, Elisabeth bersama ayahnya Josef, muncul di rumah sakit dimana Kerstin dirawat. Ketika dokter bertanya, Josef seperti biasa tidak memberikan informasi yang lengkap bagaimana ia menemukan Elisabeth, ia hanya berkata bahwa ia menemukannya dan menyatakan bahwa Elisabeth ingin menemui anaknya. Dokter menyadari bahwa Elisabeth yang seharusnya pada saat itu berumur 40 tahunan, seperti wanita yang berumur 60 tahunan. Penampilan Elisabeth berambut putih dan kulitnya sangat pucat dan hampir transparan, sama seperti Kerstin. Dan setelah mereka memeriksanya, Josef dan Elisabeth kemudian berjalan menuju ruangan tempat Kerstin dirawat, setelah tiba mereka segera masuk kesana. Dokter yang melihat Elisabeth pada ruangan tersebut berfikir bahwa Elisabethterlihat sangat ketakutan, ia terlihat murung dan sering menunduk. Elisabeth berusaha untuk tidak bertatap mata dengan para dokter yang ada disana, ia terlihat hanya menatap anaknya yang tidak berdaya. Dokter kemudian mulai bertanya kepadanya tentang penyakit Kerstin, apakah ada informasi atau apakah ia pernah mengalami hal yang sama, sehingga nantinya dokter dapat memberikan perawatan yang efektif kepada Kerstin. Elisabeth terlihat sangat ketakutan dan bahkan tidak dapat berbicara, saat pertanyaan yang ditanyakan semakin banyak, ia hanya berbalik dan pergi keluar dengan Josef.

Karena hal tersebut, Elisabeth dan Josef akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian. Mereka akhirnya di masukkan kedalam dua ruangan yang terpisah untuk dilakukan wawancara. Pertama mereka menginterview Elisabeth, dan seperti di dalam ruangan di rumah sakit, dia hanya diam saja dan tidak mengatakan apapun. Selama 5 jam, polisi terus bertanya kepadanya, seperti kemana saja ia selama 24 tahun? Apa yang terjadi dengan Kerstin? Apa ia memiliki riwayat penyakir? dan terus memberitahunya, jika ia tidak dapat memberikan mereka informasi, mereka tidak akan dapat membantunya juga Kerstin. Dan jika terjadi sesuatu kepada Kerstin, Elisabeth akan di jebloskan ke penjara karena menelantarkan anaknya. Setelah itu terdengar suara yang sangat pelan dan serak, Elisabeth berkata “Baiklah, aku akan menceritakan sesuatu kepadamu, tetapi kamu harus berjanji kepadaku bahwa aku tidak akan pernah bertemu dengan Josef lagi.”. Saat ia mengatakan itu, ia terlihat sangat takut dan polisi berkata “Baiklah, kamu tidak akan pernah bertemu dengan ayahmu lagi, kami menjamin itu, sekarang beritahu kami.”

Fakta Yang Mencengangkan

Setelah itu Elisabeth mengepalkan tangannya dan menarik nafas dalam-dalam, lalu ia mulai menceritakan sebuah kisah yang sangat keji, mungkin cerita terkeji yang akan di dengar oleh para polisi tersebut. Peristiwa tersebut dimulai pada 24 yang lalu, pada 28 Agustus 1984, merupakan waktu dimana ia menghilang. Pada hari itu ia menceritakan bahwa ia sedang ada di rumah, ayahnya memintanya untuk datang ke ruangan bawah tanah untuk membantunya. Ayahnya saat itu sedang membangun shelter untuk menghindari ancaman bom di bawah rumah mereka, dan saat itu adalah pemasangan pintu terakhir. Pada saat itu awal tahun 1980, perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sangat terasa dan dapat pecah kapan saja sehingga membuat shelter tersebut sangat di butuhkan dan hal yang wajar. Saat Elisabeth turun, ia melihat ayahnya sedang berdiri di bingkai pintu yang berlum terpasang menuju shelter tersebut. Saat ia melewati bingkai pintu tersebut, ia melihat ayahnya memegang pintu dan menyuruhnya membantu memasangkannya. Ketika pintu telah terpasang, tiba-tiba ayahnya mengayunkan pintu tersebut kearahnya sehingga ia terjatuh lebih dalam ke dalam ruangan tersebut. Belum sempat Elisabeth kembali berdiri, ayahnya menyergapnya dan menutupi wajahnya dengan handuk dan Elisabeth pun menjadi tidak sadarkan diri.

Lokasi Pintu Masuk Shelter

Saat Elisabeth sadar, kaki dan tangannya sedang di rantai di ruangan shelter yang paling dalam. Ia menyadari bahwa shelter yang dibuat ayahnya selama 6 tahun tersebut bukan merupakan tempat berlindung dari bom, melainkan sebuah penjara yang sengaja dibuat untuk dirinya. Untuk masuk ke dalam ruangan tersebut, harus turun terlebih dahulu ke ruangan bawah tanah, kemudian ada pintu tersembunyi yang tertutup lemari penyimpanan cat. Ruangan bawah tanah tersebut terlihat seperti ruangan pada umunya, yaitu tempat menyimpan barang-barang. Pintu itu tertutup dengan keylock, yang hanya Josef yang tahu apa kata sandinya, dan karena Josef adalah ahli dibidang tersebut sehingga ia dengan mudah merawatnya. Ketika pintu tersebut dibuka maka terlihatlah ruangan rahasia yang dipakai sebagai penjara rahasia. Ruangan tersebut seperti labirin dengan langin-langit yang pendek. Ketika memasuk ruangan tersebut, akan ada lorong kedap suara di depannya yang panjangnya sekitar beberapa meter. Di ujung lorong tersebut terdapat kamar mandi yang tidak memiliki pintu, dan jika melanjutkan perjalanan di lorong tersebut, akan ditemukan sebuah lorong kedap suara lainnya dan di akhir lorong tersebut terdapat kamar tidur yang sangat sempit dan hanya terdapat satu tempat tidur. Disebelah ruangan tersebut terdapat ruangan yang ukurannya hampir sama dengan kamar tidur tersebut.

Ruangan Penjara dimana Josef menyekap Elisabeth
Sumber : SID Lower Austria/Getty Images

Semua ruangan dalam penjara tersebut terbuat dari semen dan material yang sangat tebal, yang di tambahkan dengan peredam suara yang Josef pasang diseluruh ruangan tersebut, menyebabkan tidak ada yang dapat mendengar Elisabeth menangis meminta pertolongan. Didalam penjara tersebut juga terdapat sistem keamanan yang di pasang oleh Josef, sehingga Elisabeth benar-benar tidak memiliki privasi di dalam penjara tersebut. Elisabeth benar-benar terkurung dan satu-satunya cara agar ia dapat keluar adalah memohon ampun kepada ayahnya.

Kehidupan Di Penjara

Lima tahun ia tinggal di penjara bawah tanah tersebut, Elisabeth selalu sendirian, satu-satunya orang yang dapat ia ajak berkomunikasi tentunya hanya ayahnya sendiri yang selalu mengunjunginya setiap malam untuk memberi makan dan kebutuhan sehari-hari kemudian memukuli, melecehkan dan memperkosanya. Sepengetahuan istri dan anak-anaknya, Josef hanya menghabiskan waktunya di ruangan bawah tanahnya, karena itu memang tempat kerjanya ketika sudah tidak bekerja di kantornya. Pada tahun 1988, Elisabeth hamil yang merupakan anak dari ayahnya sendiri, ia sangat ketakutan dengan kehamilannya dan memohon kepada ayahnya untuk paling tidak memeriksa kandungannya ke dokter, tetapi Josef menolaknya. Josef tidak melakukannya karena mungkin itu dapat menyebabkan segala yang dilakukannya terbongkar.

Denah Penjara Josef
Sumber: YouTubeA map of the cellar’s layout.

Mengetahui Elisabeth hamil, Josef hanya memberikannya sebuah buku tentang bagaimana cara melahirkan dan sebuah gunting untuk memotong ari-ari dan mengatakan “Semoga Beruntung!”. Pada tanggal 30 Agustus tahun tersebut, melahirkan anak perempuannya sendiri di ruangan bawah tanah tersebut, dan lahirlah Kerstin. Setelah itu Elisabeth harus melahirkan 6 lagi anak dari ayahnya sama seperti saat melahirkan Kerstin, sendiri tanpa bantuan orang lain. Pada tahun 1996 salah satu anak lagi yang di lahirkan Elisabeth, Michael, lahir dengan masalah pernafasan. Elisabeth kemudian memohon kepada Josef, untuk membawa bayi tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan, dan kembali Josef menolak karena takut terbongkanya rahasianya. Karena hal tersebut, bayi tersebut meninggal dunia tiga hari setelahnya di tangan Elisabeth. Setelah bayi tersebut meninggal, Josef mengambilnya dan membuangnya ke kompor dan membakarnya seperti tidak terjadi apa-apa.

Panggung Sandiwara

Di akhir tahun 1990an, keenam anak yang tinggal bersama Elizabeth tumbuh dan menjadi berisik, Josef kemudian memiliki ide untuk mengurangi peluang rahasia dirinya terbongkar. Suatu hari Josef pergi ke penjara tersebut dan mengambil anak termuda Elizabeth dan mengancam Elizabeth dan anak-anak lainnya kalau mereka mencoba kabur atau melawan, ia akan mengubur selamanya ruangan bawah tanah tersebut dan membiarkan mereka mati disana. Sebelumnya Josef menghukum mereka dengan mematikan listrik, dan tidak memberi mereka makan dan air selama beberapa hari. Mereka menyadari bahwa Josef dapat melakukan apapun yang di inginkannya, sehingga mereka tidak berani melawan saat anak termuda tersebut di ambil oleh Josef. Ketika istri Josef pulang, ia kemudian bersandiwara dan membuat cerita tentang ia yang menemukan bayi di depan rumah dan ada sebuah surat disana dan bertuliskan dari Elisabeth dari anak mereka yang hilang. Bahwa anak itu adalah anak Elisabeth dan ia tidak dapat merawatnya dan meninggalkannya disini untuk dirawat oleh dirinya dan Rosemarie. Josef sebenarnya yang menyuruh Elisabeth untuk menulis surat tersebut, dan menandatanganinya sebagai alibinya, sehingga saat ibunya Rosemarie melihatnya dan mendengar ceritanya, Rosemarie akan percaya.

Beberapa tahun kemudian, Josef kembali membawa dua anak Elisabeth dan melakukan aktingnya kembali sama seperti sebelumnya. Rosemarie, istrinya herannya tidak pernah menanyakan lebih detail mengenai anak-anak tersebut. Setelah ketiga anak tersebut beranjak dewasa, Josef memberi tahu mereka bahwa ibu mereka berada adalah orang yang miskin dan menelantarkan mereka dan tidak peduli terhadap mereka. Padahal kenyataannya, tiga saudara dan ibu mereka sedang terkunci di ruang bawah tanah rumah yang mereka tinggali, mereka bahkan tidak tahu kalo mereka memiliki saudara lainnya dibawah sana.

Akhirnya Terbongkar

Josef yang di interograsi oleh polisi mengakui bahwa alasan ia memenjarakan Elisabeth dalah karena ia ingin memiliki dan mengontrol Elisabeth seutuhnya. Sehingga ia memutuskan untuk terus menghamilinya sebanyak mungkin dan membuatnya memiliki semua anak tersebut. Agar jikalaupun ia berhasil lolos dari penjara tersebut, tidak akan ada pria yang mau mendekatinya, karena Elisabeth memiliki terlalu banyak anak dan itu akan membuatnya terus menjadi seperti barang miliknya.

Jadi selama dua dekade Elisabeth dikurung dalam penjara tersebut, Josef tidak pernah ampun untuk memukulinya dan memperkosanya. Hal tersebut terjadi hingga ribuan kali dan bahkan tidak dapat di hitung jumlahnya. Akhirnya setelah 24 tahun dari waktu ia di tangkap oleh ayahnya, anak tertua Elisabeth, Kerstin sakit keras, dan Elisabeth meyakinkan Josef untuk membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, dan akhirnya seminggu kemudian kejahatan yang dilakukan Josef akhirnya terbongkar.

Setelah mengetahui hal tersebut, polisi langsung bergegas mendatangi rumah keluarga Fritzl. Mereka segera masuk keruangan bawah tanah dan mendapati pintu masuk ke penjara tersebut. Dari kode yang mereka peroleh dari Josef, akhirnya mereka berhasil membuka pintu tersebut dan menemukan dua anak lainnya yang masih ada dalam penjara tersebut. Saat mereka membawa keduanya ke rumah sakit, anak termuda dari kedua anak tersebut yang berumur 5 tahun, tidak berbicara apa-apa. Ia hanya melihat kearah jendela mobil, seperti ternganga, karena untuk pertama kali dalam hidupnya ia dapat melihat dunia luar. Setelah mereka semua tiba di rumah sakit, mereka di pertemukan dengan ketiga saudara mereka yang sebelumnya di bawa Yosef keluar terlebih dahulu beberapa tahun sebelumnya. Beberapa hari kemudian Kerstin yang terbangun dari komanya juga dapat berkumpul dengan saudara-saudaranya. Kerstin terkena banyak penyakit karena kekurangan vitamin D, vitamin tersebut yang seharusnya di dapat dari matahari tidak didapatkannya karena ia tersekap di ruangan bawah tanah selama 19 tahun.

Silsilah Keluarga Elisabeth Fritzl beserta anak-anaknya
Sumber : https://twitter.com/bigmozel

Pandangan Lainnya

Setelah kisah ini tersebar tentang sebuah keluarga yang tersekap di ruangan bawah tanah, semua orang bertanya-tanya. Bagaimana Rosemarie, ibu Elisabeth tidak pernah mengetahui hal apapun pada ruang bawah tanah tersebut. Oleh karena itu, polisi akhirnya juga mencurigai Rosemarie dan menyelidikinya. Dia mengatakan bahwa ia juga merupakan korban, Josef terus menerus memukulinya dengan brutal dan ia hidup dalam ketakutan. Ia diperintahkan untuk jangan sesekali untuk pernah mendekat dengan ruang bawah tanah, dan ia mendengarkannya. Ia juga mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar suara aneh dari ruangan bawah tanah tersebut. Jika ia merasakan ada yang tidak beres tentang Josef, ia hanya menyimpannya untuk dirinya sendiri, karena ia terlalu takut untuk mengungkapkannya.

Pada jeda 24 tahun itu juga, Josef menyewakan ruangan di dekat basemen kepada lebih dari 100 orang, dan tidak satupun dari mereka mendengar atau melihat tingkah laku Josef yang aneh. Tetapi seseorang yang pernah menginap tersebut berkata anjingnya selalu terbangun pada tengah malam seperti ada sesuatu, tetapi ketika di periksa tidak ada apa-apa. Setelah orang tersebut mendengar berita ini, ia menyadari bahwa saat itu mungkin anjingnya mendengar orang-orang yang di penjara di bawah rumah tersebut.

Akhir Kisah

Setelah kejadian tersebut, Elisabeth dan keenam anaknya mendapatkan identitas baru dari pemerintah Austria mereka kemudia dikirim ke lokasi rahasia untuk memulai kehidupan mereka dari awal. Hingga saat ini, tidak ada informasi keberadaan mereka. Seseorang yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa keluarga itu telah bersatu dengan lingkungan mereka yang baru dan mereka hidup relatif normal.

Josef Fritzl saat di persidangan
sumber : YouTubeJosef Fritzl in court.

Untuk Josef ia langsung mendapatkan hukuman penjara seumur hidup, dan saat ini ia adalah orang yang paling di benci di penjara akibat tindakan kriminal yang ia lakukan. Penjaga penjara takut jika mereka menempatkan Josef di penjara pada umumnya, ia akan tewas seketika oleh narapidana lainnya yang sudah menunggunya sehingga ia di tempatkan dalam penjara khusus. Ia berhak mengajukan pembebasan bersyarat pada tahun 2024 saat usianya 89 tahun.

Rumah Keluarga Fritzl
sumber : SID Lower Austria/Getty Images
Link Google Maps
Foto terbaru Elisabeth Fritzl
sumber : Rudi Froese/Anzenberger

Related Posts

Leave a Reply

%d bloggers like this: